• Home
  • Error Page
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • f
  • t
  • g+
Terapi Sang Nabi

  • News
  • Gadget
    • HTC
    • Blackberry
    • Samsung
    • Spesifikasi
  • Internet
    • Facebook
    • Google
    • Twitter
  • Operating System
    • Android
    • Apple
    • Blackberry
  • Blogger
    • Widgets
    • Tips
    • Templates
  • Health
Home » Terapi Sang Nabi » Cara Berpakaian Rasulullah

Cara Berpakaian Rasulullah



Terapi Sang Nabi SAW

Perihal Cara Berpakaian


Rasulullah Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang baik (anggun) dalam cara berpakaian, paling pintar, cara mengenakan pakaiannya berdaya guna, paling praktis, paling mudah melepas dan mengenakan pakaiannya. Rasulullah SAW jamak mengenakan kain sarung dan sorban. Keduanya merupakan pakaian yang paling mudah dikenakan di badan, jika dibandingkan dengan dengan pakaian-pakaian lainnya. Rasulullah SAW juga jamak memakai gamis, bahkan pakaian ini merupakan pakaian yang paling digemari Rasulullah SAW.
                Cara berpakaian Rasulullah SAW ini diantaranya adalah suka mengenakan pakaian yang paling bermanfaat bagi tubuhnya. Rasulullah SAW tidak pernah memakai gamis yang lengannya terlalu panjang atau terlalu ketat. Lengan baju Rasulullah SAW hanya sampai di pergelangan tangan dan tidak lebih dari itu. Dengan demikian, pakaian itu tidak sulit dipakai dan tidak menghalangi ruang gerak agar tetap mobile, cekatan, lincah, dan memudahkan pergerakan tubuh lainnya. Meskipun begitu Rasulullah SAW tidak pernah mengenakan pakaian berlengan pendek, hingga menyebabkannya harus menahan dingin maupun panas.
                Rasulullah SAW jamak mengenakan pakaian yang ujung kain dan gamisnya tidak lebih dari pertengahan betis, tidak melebihi mata kaki, yang dapat mengganggu saat mempercepat maupun memperlambat  jalan, seolah-olah kakinya terbelenggu (terjerat). Nabi SAW tidak pernah mengenakannya dengan potongan terlalu pendek. Sorba Rasulullah SAW tidak terlalu besar yang dapat mengganggu dan memberatkan (membebani) kepala, atau membuat kepala pegal dan mudah terserang penyakit, seperti yang jamak kita terlihat pada diri kawan-kawan kita di zaman ini.
                Rasulullah SAW tidak pernah menggunakan sorban dengan ukuran terkecil, sehingga tidak cukup untuk melindungi kepala dari sengatan panas atau tusukan dingin. Sorban Rasulullah SAW berukuran sedang —tidak terlulu besar tidak terlalu kecil, Rasulullah SAW jamak memasukkan ujung sorban di balik bajunya bagian belakang. Cara berpakaian seperti itu membuahkan banyak daya guna dan dapat memantapkan posisi sorban itu sendiri, terutama pada saat menunggang kuda maupun untuk manakala berjalan dengan kecepatan tinggi.
                Terkait dengan ini, banyak orang yang sengaja membuat syal sebagai ganti melilitkan sorban ke leher bagian belakan. Sungguh terdapat perbedaan yanng mencolok antara keduan cara—memasukkan ujung sorban di balik bajunya bagian vis a vis memakai syal—ini. Di samping daya guna yang berbeda, nilai estetika keduanya juga jauh berbeda. Jikalau kita jeli menelisik cara berpakaian Bavi SAW, maka kita akan memakrifati—memahami dengan pengertian utuh—bahwa cara berpakaian Rasulullah SAW adalah cara paling praktis, efisien, dengan efektif, terutama dalam kaitannya (upaya) menjaga kesehatan maupun stamina tubuh. Cara berpakaian seperti itu, jauh dari dampak yang menyebabkan kesulitan maupun dapat menyiksa tubuh.
                Rasulullah SAW jamak mengenakan khuff—sepatu kulit panjang—saat bepergian, kadang memakainya secara permanen dan kadangkala tidak. Hal itu oleh karena kaki Rasulullah SAW membutuhkan “selimut” preventif guna menghindari terik panas matahari maupun udara dingin, bahkan pada saat tidak berpergian pun Rasulullah SAW sering mengenakan khuff (sepatu kulit panjang). Warna pakaian yang paling digemari Rasulullah SAW adalah warna putih atau abu-abu, yakni seperti warna mesiu.
                Rasulullah SAW tidak biasa mengenakn pakaian warna merah, hitam, dan pakaian dengan motif warna-warni, maupun warna metalik. Meskipun demikian Rasulullah SAW pernah mengenakan syal warna merah produk dari negeri Yaman. Syal tersebut tidak berwarna merah murni, namun ada warna hitam dan putihnya. Rasulullah SAW kadangkala mengenakan syal berwarna hijau. Rasulullah SAW juga sering terlihat menegenakan syal warna merah dan kadang bewarna dan kadang berwarna hijau, seperti dijelaskan sebelumnya. Mereka yang mengira Rasulullah SAW mengenakan syal berwarna merah murni adalah salah. Penjelasan sebelumnya dirasa cukup gamblang.

Cara Berpakaian Rasulullah , Pada: 9:15 AM

Share to

Facebook Google+ Twitter
Posted by Unknown at 9:15 AM

Related Posts

1 comment :

  1. UnknownMay 5, 2016 at 10:45 AM

    Maaf, saya ingin bertanya, kalau ini sumbernya darimana yah tentang cara Rasulullah berpakaian?

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
Add comment
Load more...

Prev »

Label

  • Terapi Sang Nabi

Most Popular

  • Makanan Vegetarian untuk Orang Sakit
    Makanan Vegetarian untuk Orang Sakit
    Terapi Sang Nabi SAW Makanan Vegetarian untuk Orang Sakit makanan vegitarian Dikutip dari hadis tentang Umm al-Manzir dan kata-k...
  • Terapi sang nabi  Dalam memberi menu makanan ideal bagi orang sakit
    Terapi sang nabi Dalam memberi menu makanan ideal bagi orang sakit
    Terapi sang Nabi SAW dalam Memberi Menu Makanan Ideal bagi Orang Sakit makanan ideal Dalam kitab shahih Bukhari dan ...
  • Cara Berpakaian Rasulullah
    Terapi Sang Nabi SAW Perihal Cara Berpakaian Rasulullah Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang baik (anggun) dalam cara...

Partner

Copyright © 2014 Terapi Sang Nabi Design by SHUKAKU4RT - All Rights Reserved