• Home
  • Error Page
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • f
  • t
  • g+
Terapi Sang Nabi

  • News
  • Gadget
    • HTC
    • Blackberry
    • Samsung
    • Spesifikasi
  • Internet
    • Facebook
    • Google
    • Twitter
  • Operating System
    • Android
    • Apple
    • Blackberry
  • Blogger
    • Widgets
    • Tips
    • Templates
  • Health
Home » Terapi Sang Nabi » Mengatasi Makanan yang kemasukan Lalat

Mengatasi Makanan yang kemasukan Lalat


Terapi Sang Nabi
dalam Mengatasi Makanan yang kemasukan Lalat
lalat
Lalat

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim dituturkan Hadis riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila ada lalat jatuh ke dalam bejana kalian, maka tenggelamkan lalat tersebut. Sebab salah satu sayap mengandung penyakit, sedangkan sayap yang lain mengandung penawar(obat).”
Dalam kitab Sunan Ibnu Majah dituturkan sebuah Hadis riwayat Abu Said al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda”
“Salah satu sayab lalat adalah racun, sedangkan sayap yang satunya lagi adalah obat. Jika ada seekor lalat jatuh ke dalam makanan, maka tenggelamkanlah lalat itu ke dalam makanan itu, sebab lalat itu mendahulukan (sayap) racun dan mengakhirkan (sayap) obat.”
Hadis di atas mengandung dua aspek pembelajaran, yakni aspek fikih dan aspek medis. Aspek fikihnya adalah Hadis ini merupakan dalil otentik bahwa apabila ada seekor lalat mati di dalam air atau benda cair, maka lalat itu tidak menjadikan air itu najis. Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf. Dasar pijakan dalilnya adalah Rasulullah SAW memerintahkan agar lalat itu dibenamkan ke dalam air atau makanan, hal itu berarti lalat tersebut akan mati., lebih-lebih jika air atau makanannya panas. Jika pembenaman itu membuat najis air atau makanannya, maka hal tersebut juga merupakan dalil otentik bahwa makanan dan minumannya juga menjadi rusak.
Akan tetapi tidak demikan adanya, karena Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk mensolusikannya. Yakni membenamkan sekalian ke dalam makanan atau minuman kita. Hukum ini bahkan mencakup bagi setiap hewan yang darahnya tidak mengalir, seperti lebah, laba-laba, kumbang, dan habita sejenisnya, sebab hukum ini berkisar pada alasan yang bersifat umum. Najis itu sendiri berasal dari darah hewan yang mengendap dalam tubuh saat mati, maka hal ini tak berlaku bagi binatang yang darahnya tidak mengalir.
Maka hukum najis itu tak berlaku lagi, sebab alasan najisnya tidak ada. Lalat darahnya tidak mengalir, karenanya air dan makanan yang kemasukan lalat tidak najis. Mereka yang berpendapat bahwa tulang bangkai tak najis menandaskan menandaskan, “Jika Hukum—tidak najis—ini berlaku pada binatang sempurna, yang jelas-jelas mengandung unsur kelembaban, kotoran, dan bagian tubuh yang lunak, maka hukum ini lebih baik berlaku pada binatang bertulang yang tak mengandung kelembaban, kotaran, dan samasekali tak mengandung endapan darah. “Pendapat ini sangat otentik dan patut dijadikan dasar rujukan.
Ibrahim an-Nakhai adalah orang pertama yang populer membicarakan masalah binatang yang tak mengalir darahnya (ma la nafsa lahu sa’ilah) di jagat pemikiran Islam. Fikrah—ide pemikiran—nya banyak dirujuk para pakar kesehatan Islam sesudahnya. Nafs dalam bahasa Arab bisa diartikan darah, seperti halnya wnita yang mengalami haid disebut nifa, yakni mengeluarkan darah kotor. Demikan pula wanita yang baru melahirkan juga disebut nifas.
Adapun aspek medis hadis tersebut diatas, seperti yang dituturkan oleh Abu Ubaid bahwa maksud menenggelamkan lalat dalam hadis ini adalah membenamkan (memasukkan) sekalian lalat tersbeut ke dalam air atau makanan, agar obat penawar yang ada pada sayap satunay lagi kelluar, sebab sayap yang beracun telah masuk terlebih dahulu ke air atau makanan tempat dia jatuh. Kata malaq dalam bahasa Arab artinya tenggelam, seperti dua pria yang melakukan malaq, yakni saling menyelam ke dalam air.
Menurut para pakar dunia kesehatan bahwa lalat menyimpan energi beracun, hal itu indikasinya berupa menculnya pembengkakan dan rasa gatal akibat sengatannya. Sengatan lalat tak ubahnya seperti senjata. Jika terjebak atau terjerembab ke dalam marabahaya, maka lalat menggunakan senjatanya (energi racunnya) utnuk memepertahankan diri. Karenanya Rasulullah SAW memerithakan agar energi beracun yang ada pada lalat itu dilawan dengan “senjata”yang diciptakan Allah SWT pada sayap lalat yang satunya lagi, dengan cara menenggelamkan lalat ke dalam minuman  atau makanan tempat dia jatuh. Hal itu utnuk melenyapkan zat beracun yang ditebarkan oelh sayab lalat dengan zat penawar racun pada sayap satunya lagi.
Formula pengobatan (toksin anti toksin) ini tak mungkin terjangkau oleh ‘cakupan” nalar para pakar medis, yang hanya “berkutat” pada logika dan ilmu terapan. Sebab formula pengobatan seperti ini hanya bisa diketahui oleh insan yang memeperoleh ilmu bersumberkan pembelajaran langsung dari Allah SWT, yakin ilmu yang berdimensikan wahyu, bukan produk nalar. Para ahli pengobatan yang tercerahkan hati dan pikirannya, serta memperoleh kasih pertolongan Allah SWT, niscaya akan tunduk dan mempercayai terpai penyembuhan yang terformulasikan dalam kaidah “toksin anti toksin” ini.
Lebih daripada itu, mereka akan mengakui dengan penuh kejujuran bahwa manusia yang mewartakan tealita ini—menyembuhkan penyakit beracun dengan obat anti racun—adalah manusia sempurna dan manusia luar biasa, karena ilmu yang dimilikinya berdasarkan wahyu Ilahiah. Para pakar medis menandaskan,”Sengatan kumbang atau kalajengking, jika digosokkan pada tempat yang disengat lalat, maka akan melahirkan daya guna, setidaknya dapat meredakan sakit yang ada. Hal itu karena adanya unsur penawar (anti toksin) yang ada pada lalat. Bahkan jika ada pembengkakan pada bula mata, jika digosokkan lalat—setelah terlebih dahulu dipotong kepalanya, maka dapat menyembuhkan pembengkakan tersebut.”

http://terapisangnabi.blogspot.com/
Mengatasi Makanan yang kemasukan Lalat , Pada: 2:11 AM

Share to

Facebook Google+ Twitter
Posted by Unknown at 2:11 AM

Related Posts

1 comment :

  1. lolololololFebruary 19, 2016 at 9:35 PM

    ooo berarti lalat berguna ya
    okelah kalo begitu
    saya mau masukin lalat sebanyak-banyaknya ke dalam makanan, biar nanti kebal penyakit.
    apalagi istri saya sedang mengandung, biar saya kasih makan makanan yang telah dicampur lalat, siapa tahu anak saya nantinya bisa jadi anak yang sehat dan kuat

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
Add comment
Load more...

« Next Prev »

Label

  • Terapi Sang Nabi

Most Popular

  • Cara Berpakaian Rasulullah
    Terapi Sang Nabi SAW Perihal Cara Berpakaian Rasulullah Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang baik (anggun) dalam cara...
  • Terapi sang nabi  Dalam memberi menu makanan ideal bagi orang sakit
    Terapi sang nabi Dalam memberi menu makanan ideal bagi orang sakit
    Terapi sang Nabi SAW dalam Memberi Menu Makanan Ideal bagi Orang Sakit makanan ideal Dalam kitab shahih Bukhari dan ...
  • Mengobati Penyakit Urat
    Mengobati Penyakit Urat
    Terap Sang Nabi SAW Dalam Mengobati Penyakit Urat Dalam kitab sunan Ibnu Majah dituturkan Hadis riwayat Muhammad Ibnu Sirin dari An...

Partner

Copyright © 2014 Terapi Sang Nabi Design by SHUKAKU4RT - All Rights Reserved